Remaja ini, pendidikan
semakin membutuhkan sebuah solusi tepat sasaran yang berguna demi kepentingan
dunia pendidikan dimasa depan. Diantara beribu solusi, yang menjadi sorotan
utama adalah sistem pendidikan e-learning.
Dimana pendidikan e-learning menggunakan
aplikasi elektronik dengan dukungan media internet, mobile technologies, maupun komputer standalone.
Dua komponen penting
dalam pendidikan yang dapat mencegah kemerosotan pendidikan adalah guru dan
murid. Selama ini, meski ada sebuah hubungan erat bagi keduanya tak jarang
adanya renggangan dalam relationship bagi
keduanya. Sehingga, sekolah tidak satu-satunya media pembelajaran karena
pendidikan e-learning membuka jalan
bagi fleksibilitas yang dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
Selain itu, Learning Management System (LMS)
sehingga lalu lintas interaksi antar guru dan siswa yang menjadi komponen
penting dalam dunia pendidikan dapat terarah. Hal khusus lainnya tidak hanya
berpengaruh pada interaksi siswa dan guru tapi dapat dilakukan untuk
mengumpulkan tugas, nilai, dan sebagainya.
E-learning
sebagai
proses belajar mengajar sebagai dasar globalisasi dengan meningkatnya teknologi
yang semakin lama tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi namun menjadi
sebuah kebutuhan khusus setiap harinya. Bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan
tapi sebuah prioritas utama dalam dunia pendidikan.
Guru masih memerlukan
genjotan keras mengingat mereka memegang tanggung jawab besar dalam dunia
pendidikan. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua seperti seorang guru yang
diibaratkan sebagai orangtua kedua dalam dunia anak. E-learning sebagai pembelajaran elektronik dapat membuat kehadiran
seorang guru otomatis berkurang. Namun, hal itu tidak akan mengurangi kontrol
guru pada siswanya.
Apalagi seiring dengan
perkembangan teknologi informasi, masyarakat universal mulai terkoneksi dengan
internet. Bahkan situs-situs informasi sudah banyak bertebaran dalam berbagai
blog dunia maya. Untuk itu, proses e-learning
bukan lagi menjadi masalah bagi mereka yang belum tahu apa itu internet.
Karena, internet
bersifat mendunia dan tersebar secara menyeluruh. Sehingga, baik guru maupun
siswa sudah tidak asing lagi dengan internet. E-learning juga mengenalkan pada penggunan non-internet untuk mulai
belajar sehingga mereka tidak ketinggalan jaman. Mengingat semakin lama usia
dunia teknologi semakin berkembang pusat pula.
Peran siswa dalam
metode e-learning sebagai pembaca
maupun pengumpul dan persiapan tugas. Sehingga, guru memiliki tugas sebagai
pengevaluasi pembelajaran sesuai dengan standar pendidikan.
Sehingga e-learning tidak hanya mempengaruhi atau
memberikan dampak positif bagi guru dan siswa. Karena keduanya adalah aktor
utama dalam proses e-learning. Meskipun
memiliki sisi negatif namun itu tergantung lagi pada guru dan siswa sejauh mana
mereka akan terjun dalam memajukan dunia pendidikan. Untuk itu e-learning mempunyai peran sebagai
jembatan pendidikan dimasa depan.




.jpg)


