Selasa, 17 Desember 2013

E-Learning Jembatan Pendidikan Masa Depan


Remaja ini, pendidikan semakin membutuhkan sebuah solusi tepat sasaran yang berguna demi kepentingan dunia pendidikan dimasa depan. Diantara beribu solusi, yang menjadi sorotan utama adalah sistem pendidikan e-learning. Dimana pendidikan e-learning menggunakan aplikasi elektronik dengan dukungan media internet, mobile technologies, maupun komputer standalone.
Dua komponen penting dalam pendidikan yang dapat mencegah kemerosotan pendidikan adalah guru dan murid. Selama ini, meski ada sebuah hubungan erat bagi keduanya tak jarang adanya renggangan dalam relationship bagi keduanya. Sehingga, sekolah tidak satu-satunya media pembelajaran karena pendidikan e-learning membuka jalan bagi fleksibilitas yang dapat belajar dimana saja dan kapan saja.
Selain itu, Learning Management System (LMS) sehingga lalu lintas interaksi antar guru dan siswa yang menjadi komponen penting dalam dunia pendidikan dapat terarah. Hal khusus lainnya tidak hanya berpengaruh pada interaksi siswa dan guru tapi dapat dilakukan untuk mengumpulkan tugas, nilai, dan sebagainya.
E-learning ­sebagai proses belajar mengajar sebagai dasar globalisasi dengan meningkatnya teknologi yang semakin lama tidak hanya berperan sebagai alat komunikasi namun menjadi sebuah kebutuhan khusus setiap harinya. Bukan lagi menjadi sebuah kebutuhan tapi sebuah prioritas utama dalam dunia pendidikan.
Guru masih memerlukan genjotan keras mengingat mereka memegang tanggung jawab besar dalam dunia pendidikan. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua seperti seorang guru yang diibaratkan sebagai orangtua kedua dalam dunia anak. E-learning sebagai pembelajaran elektronik dapat membuat kehadiran seorang guru otomatis berkurang. Namun, hal itu tidak akan mengurangi kontrol guru pada siswanya.
Apalagi seiring dengan perkembangan teknologi informasi, masyarakat universal mulai terkoneksi dengan internet. Bahkan situs-situs informasi sudah banyak bertebaran dalam berbagai blog dunia maya. Untuk itu, proses e-learning bukan lagi menjadi masalah bagi mereka yang belum tahu apa itu internet.
Karena, internet bersifat mendunia dan tersebar secara menyeluruh. Sehingga, baik guru maupun siswa sudah tidak asing lagi dengan internet. E-learning juga mengenalkan pada penggunan non-internet untuk mulai belajar sehingga mereka tidak ketinggalan jaman. Mengingat semakin lama usia dunia teknologi semakin berkembang pusat pula.
Peran siswa dalam metode e-learning sebagai pembaca maupun pengumpul dan persiapan tugas. Sehingga, guru memiliki tugas sebagai pengevaluasi pembelajaran sesuai dengan standar pendidikan.
Sehingga e-learning tidak hanya mempengaruhi atau memberikan dampak positif bagi guru dan siswa. Karena keduanya adalah aktor utama dalam proses e-learning. Meskipun memiliki sisi negatif namun itu tergantung lagi pada guru dan siswa sejauh mana mereka akan terjun dalam memajukan dunia pendidikan. Untuk itu e-learning mempunyai peran sebagai jembatan pendidikan dimasa depan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar